Vaksinasi Covid

Tren menunjukkan vaksin dilihat sebagai salah satu cara terbaik untuk mengatasi virus Corona. Para ilmuwan dan peneliti mencoba cara terbaik untuk mengembangkan vaksin yang efektif dengan beberapa tahap uji coba. Mereka juga mengambil sampel mingguan dari relawan penelitian dan melakukan tes Covid-19. Hasilnya, yang positif 50 persen lebih sedikit di antara orang yang divaksinasi dibandingkan di antara orang yang tidak divaksinasi. Karena orang yang tidak dites positif lebih kecil kemungkinannya untuk terinfeksi, dan oleh karena itu tidak dapat menyebarkan virus, mereka mengekstrapolasi dari information tersebut bahwa suntikan mereka dapat menurunkan penyebaran virus. Yang diawali dari petugas kesehatan, petugas publik dan lansia pada periode kuartal pertama tahun 2021.

Vaksin dapat menangani Covid

Dari data gugus tugas per Rabu (19/5) menyebutkan bahwa hanya terdapat satu penambahan kasus pasien positif. “Semua ingin tetap sehat, jawabannya selain mematuhi prokes, juga melakukan vaksin,” ungkapnya. Sekretaris Dinas Kesehatan Riau dr Zaini Rizaldy dikonfirmasi Riau Pos mengatakan memang untuk vaksinasi kemarin sudah ditentukan penerimanya. Dengan penyediaan dan vaksinasi yang cukup, diharapkan penyebaran Covid-19 dapat ditekan. “Kita harapkan bisa mencapai kekebalan komunal dan kita berharap semua penyebaran Covid-19 di Riau bisa ditekan. Bisa lebih baik dan kembali regular di kuartal kedua ,” paparnya. Presiden juga secara khusus meminta pada Menteri Kesehatan Budi Gunadi agar memperbanyak vaksin yang dikirim ke Riau.

“Kadang-kadang banyak masyarakat meragukan vaksin, bahkan dalam survei baru-baru ini disebutkan di media atau satu institusi bahwa yang percaya vaksin Sinovac yang akan beredar di Indonesia hanya 47 persen,” ungkap Neni. Project Integration Manager R&D PT Bio Farma Neni Nurainy menilai pentingnya kehadiran vaksin guna mengatasi penyebaran Covid-19. Neni menjelaskan, manfaat vaksin dapat mengurangi atau mengontrol mortalitas, morbidititas, hingga komplikasi.

Hingga berita ini diturunkan, sudah lebih dari 26 juta penduduk dunia terinfeksi virus corona SARS-CoV-2. Perusahaan Jerman CureVac juga telah mendapat izin dari otoritas Jerman, dan siap melakukan uji klinis vaksin virus corona. Bulan Juni ini perusahaan dari kota Tübingen itu akan menguji calon vaksinnya pada 168 relawan. Pemerintah Jerman juga menanam investasi senilai 300 juta Euro di perusahaan bioteknologi ini. Keseriusan pemerintah dalam menangani pasien Covid-19 juga terlihat dari suplai obat penanganan yang terus terdistribusi dengan cukup.

Efektivitas dan keamanan vaksin dapat dijamin karena pembuatannya sudah melalui fase-fase yang sudah seharusnya dilalui, mulai dari penelitian, uji coba fase satu, fase dua, fase tiga, hingga fase perolehan izin dari Badan Pengawas Obat dan Makanan setempat. Buktinya, sejumlah anggapan keliru tentang dampak vaksin masih berkembang di tengah-tengah masyarakat, menurut dokter spesialis anak dari Yayasan Orang Tua Perduli dr Endah Citraresmi, Sp.A dalam sebuah konferensi pers di Jakarta, Selasa (24/11). Untuk itu, pemerintah menilai kehadiran vaksin COVID-19 dalam perjuangan menghentikan pandemi adalah salah satu solusi kunci selain perlunya menerapkan protokol pencegahan dengan 3M. Saat sedang berbelanja di pasar, mulai kembali masuk kantor, ataupun sedang di space publik seperti halte dan taman. Jangan lupa untuk selalu pakai masker segera mandi dan ganti pakaian saat sampai di rumah. Langkah ketiga adalah terlibat dalam kerja sama multilateral, yakni dengan CEPI dan Gavi Alliance untuk mendapatkan akses vaksin dalam kerangka kerja sama COVAX.

Mengikuti penetapan tersebut, pada 6 Desember 2020, sejumlah 1,2 juta dosis vaksin Covid-19 dalam bentuk jadi buatan Sinovac telah tiba di Indonesia sebagai tahap awal. Pengadaan tersebut akan ditambah sebanyak 1,eight juta dosis vaksin dalam bentuk jadi yang akan dikirim pada Januari 2021. Selain itu, pemerintah juga akan mendatangkan bahan baku vaksin hingga Januari 2021 untuk memproduksi forty five juta dosis vaksin melalui Bio Farma. “Mengapa harus tenaga kesehatan karena mereka petugas yang bersentuhan langsung dengan para pasien yang memiliki resiko tinggi terpapar, dan kedua adalah sebagian pejabat daerah, hal ini untuk menjadi contoh bagi masyarakat,” jelasnya.

Dia menyebut pemerintah terus berupaya mengatasi berbagai kemungkinan hasil terburuk yang bisa terjadi di masa mendatang. Para ilmuwan yang mempelajari varian COVID-19 yang ditemukan di Afrika Selatan menyatakan hingga berita ini diturunkan, mereka tidak memiliki bukti varian virus itu menyebabkan penyakit yang lebih parah atau tingkat kematian yang lebih tinggi. Namun, Wolfgang Preiser, seorang profesor di Universitas Stellenbosch, provinsi Western Cape, Afrika Selatan, menyampaikan kekhawatiran bahwa varian tersebut lebih menular. Tentu saja, vaksinasi adalah cara yang hemat biaya untuk mencegah penyakit menular. Namun, dibutuhkan sekitar 5 hingga 10 tahun untuk dapat melewati berbagai tahap pengembangan klinis sampai akhirnya disetujui dan digunakan. Mengutip Medical Daily, saat ini 159 kandidat vaksin Corona tengah melakukan uji coba.

Erik