Peluang Bisnis Untuk Ibu Rumah Tangga

Dari sudut pandang lain, ADB juga ikut melakukan survei untuk memperjelas dampak pandemic terhadap kondisi UMKM. Berdasarkan survei dari ADB, terdapat 30,5% UMKM di Indonesia menghadapi penurunan permintaan domestik dan sebanyak 48,6% UMKM tutup sementara. Jakarta, Beritasatu.com — Pemerintah mengalokasikan anggaran Pemulihan Ekonomi Nasional sebesar Rp 699 triliun, lebih tinggi dari tahun sebelumnya sejumlah Rp 579 triliun. Dalam PEN tahun ini, UMKM menjadi salah satu prioritas dalam membantu pemulihan ekonomi.

Masih dari penelitian yang sama, sebanyak 40% ibu rumah tangga merasa dirinya dihantui oleh daftar pekerjaan yang tidak pernah berakhir. Namun berdasarkan akumulasi jam kerja, pekerjaan ibu rumah tangga menghabiskan jam kerja yang lebih panjang dibandingkan pegawai kantor pada umumnya. Anda tinggal memikirkan untuk membuka toko kue rumahn di pinggir jalan.

Ada berbagai macam usaha sampingan ibu rumah tangga yang potensial untuk dijalankan. Meskipun ibu rumah tangga sangat terbatas mobilitasnya, namun sekarang sangat terbuka untuk bisa menjalankan bisnis sampingan yang menghasilkan. Lambat laun usaha ini akan membuat Anda tidak hanya mendapatkan penghasilan yang tinggi saja, karena dengan bimbingan belajar Anda bisa berbagi ilmu kepada orang lain.

Jika kamu memiliki kreatifitas yang tinggi, ide usaha rumahan kreatif ini sangat cocok untukmu. Punya rumah di tempat yang strategis memang sangat menguntungkan bila ingin membuka warung. Tapi, jika rumahmu berada di tempat yang tidak terlalu strategis, kamu tidak perlu khawatir. Karena, warungmu bisa tetap laris dan menarik banyak pelanggan. Salah satu trik-nya adalah, kamu harus bisa menawarkan produk atau barang dengan harga yang lebih murah.

Pekerjaan mudah bagi ibu rumah tangga

Jika ingi menonjolkan sisi keagamaan, anda juga dapat membuat daycare yang memiliki goal mampu menghapal doa-doa pendek dan ayat Alquran Juz 30. Di kota-kota besar seperti Jakarta, orang yang pergi bekerja atau ke sekolah seringkali diburu waktu sehingga mereka tidak sempat menyiapkan sarapan atau bekal makan siang. Bisa jadi hal ini disebabkan karena mereka rela pergi pagi-pagi demi menghindari macet atau agar sampai di tempat kerja tepat waktu. Sementara itu, agar dapat menghemat ongkos makan siang, para pekerja biasanya menggunakan trik untuk membawa sarapan atau bekal makan siang ke kantor.