Jangan Panik, Risiko Anak Terpapar Virus Corona Sangat Kecil

Menteri PPN/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa menekankan pentingnya pengambil kebijakan untuk mempertimbangkan faktor-faktor kerentanan lainnya supaya pemerintah dapat menjangkau kelompok-kelompok yang membutuhkan bantuan. “Dibutuhkan pemahaman yang lebih terbuka dari semua pemangku kepentingan dalam memandang arti kerentanan dan kebutuhan pada berbagai kelompok di dalam masyarakat. Hal ini menjadi penting untuk memastikan program perlindungan yang diberikan oleh pemerintah menjadi inklusif dan tepat sasaran,” jelas Menteri Suharso dalam sambutan kunci yang disampaikan melalui konferensi video. Namun, dibalik setiap sisi positif suatu hal, pastilah tersimpan sisi negatif, atau setidaknya kemungkinan buruk yang bisa saja terjadi.

Dia mengatakan, laporan yang dia dapatkan dari rekan-rekannya semakin hari semakin dramatis. “Gangguan perilaku, masalah perkembangan bicara, banyak anak bertambah berat badannya. Konsumsi media yang berlebihan. Dan orang tua tidak bisa membawa anak mereka ke pemeriksaan rutin.” Hari-hari ini, Axel Gerschlauer bahkan tidak bisa menemui semua pasien tetapnya.

Gerakan ini bisa menghilangkan ketegangan akibat terlalu lama duduk di depan komputer atau gawai. Tapi rasanya hal itu mustahil dilakukan lantaran setiap hari ada saja masalah yang membuat stres. Solopos.com, JOGJA — Ilmu perhitungan letak bangunan atau rumah bersama bagian atau isinya yang dianggap mempunyai pengaruh baik atau buruk terhadap penghuninya alias fengsui masih digunakan untuk aspek desain dan penataan rumah. Maka dari itu, butuh sebuah perencanaan yang matang agar tidak terjadi salah kaprah.

Dampak covid bagi anak-anak

Para orang tua yakin bahwa guru sangat membantu mereka dalam membentuk dan membangun karakter anak-anaknya. Mereka merasa bahwa keberadaan guru dalam membangun karakter anak-anak sangat dibutuhkan. Tanpa adanya peran serta guru maka orang tua tidak dapat secara maksimal membentuk dan membangun karakter anak – anak mereka. Mendikbud dalam isi Surat Edaran Nomor 4 Tahun 2020 itu juga menyatakan bahwa pembelajaran daring/jarak jauh difokuskan pada peningkatan pemahaman siswa mengenai virus korona dan wabah Covid-19. Adapun aktivitas dan tugas pembelajaran dapat bervariasi antar siswa, sesuai minat dan kondisi masing-masing, termasuk dalam hal kesenjangan akses/fasilitas belajar di rumah. Bukti atau produk aktivitas belajar diberi umpan balik yang bersifat kualitatif dan berguna dari guru, tanpa diharuskan memberi skor/nilai kuantitatif.

Anwar Makarim menerbitkan Surat Edaran Nomor four Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Pendidikan Dalam Masa Darurat Coronavirus Disease (Covid-19). Mendikbud menekankan bahwa pembelajaran dalam jaringan /jarak jauh dilaksanakan untuk memberikan pengalaman belajar yang bermakna bagi siswa, tanpa terbebani tuntutan menuntaskan seluruh capaian kurikulum untuk kenaikan kelas maupun kelulusan. Mendikbud mengajurkan bagi daerah yang sudah melakukan belajar dari rumah agar dipastikan guru juga mengajar dari rumah untuk menjaga keamanan para guru. Serangan panik, jantung berdebar dan penderitaan psychological lainnya juga menghinggapi anak-anak.

Untuk itu, Dokter Spesialis Anak sekaligus anggota Ahmad Surtawan menganjurkan agar layanan imunisasi dasar tetap diberikan di puskesmas, praktik pribadi dokter, atau rumah sakit sesuai jadwal dengan menerapkan protokol kesehatan dengan baik. Selain itu, acara itu ada pembacaan dongeng “Wayan Kompyang dan Ombak Putih” oleh Menteri Bintang dan Kak Seto, pesan Presiden Joko Widodo dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo untuk anak-anak Indonesia, serta konser virtual Gembira di Rumah. Puncak Peringatan HAN 2020 yang diselenggarakan secara digital melibatkan sekitar 580 peserta. Acara ini diisi dengan pemutaran video rangkaian HAN 2020, video ucapan HAN 2020 menggunakan berbagai bahasa daerah oleh anak-anak Indonesia, video pesan dan ucapan HAN 2020 yang disampaikan enam Menteri Kabinet Kerja dan pimpinan lembaga. “Untuk para orangtua, mohon ayah dan ibu bisa bersabar dan tetap melakukan yang terbaik untuk memenuhi hak-hak anak yang kita sayangi. Jadikan ini sebagai momentum untuk menjalin kembali komunikasi dengan anak,” jelas Menteri PPPA.

Ini adalah upaya dasar yang harus dilakukan orang tua selama fase bodily distancing atau mandiri di rumah. Dia sendiri menjalankan tempat penitipan anak di Bonn, saat ini dengan 20 anak, yang sebagian besar berusia di bawah tiga tahun. Banyak dari mereka yang sudah lupa situasi sebelum corona, di mana orang-orang tidak memakai masker pelindung wajah dan anak-anak tidak perlu selalu mencuci tangan setiap waktu. Mereka setidaknya bisa menunggu sampai anak-anak mereka tidur sebelum menelepon saluran khusus untuk orang tua. “Konsultasi untuk orang tua meningkat 64% pada tahun 2020 dibandingkan tahun sebelumnya,” lapor Anna Zacharias.

Dalam jangka panjang, hal ini berisiko berdampak terhadap pembangunan sosial dan ekonomi di Indonesia. JAKARTA, 11 Mei 2020 – Tanpa tindakan segera, situasi saat ini yang diakibatkan oleh COVID-19 dapat membawa konsekuensi jangka panjang terhadap keselamatan, kesejahteraan, dan masa depan anak-anak di Indonesia. Hal ini dinyatakan oleh UNICEF dalam pernyataan posisi yang baru diterbitkan mengenai dampak sosial dan ekonomi pandemi serta rekomendasi untuk mengatasinya. UNICEF menerbitkan pernyataan posisi tentang dampak sosial dan ekonomi pandemi COVID-19 terhadap anak-anak serta rekomendasi untuk mengatasinya.

Pasalnya, virus yang satu ini akan menyerang sistem pernapasan ketika seseorang terinfeksi. Bagi orang dengan daya tahan tubuh yang kuat dan tidak memiliki riwayat penyakit kronis mungkin akan menimbulkan gejala yang cukup ringan. Akan tetapi, tidak bagi mereka yang memiliki gangguan pada sistem pernapasan. PIKIRAN RAKYAT -Kasus Covid-19 tidak hanya menyerang orang dewasa, anak-anak pun menjadi korban penyakit pernafasan ini. Ahli Kesehatan Masyarakat Tiongkok mengumumkan jika vaksin untuk corona virus disease slot online terbaik 2019 (Covid-19) mungkin akan mulai bisa digunakan untuk keadaan darurat pada September. Belum lagi, dampak lainnya yang dirasakan misalnya anak-anak tidak bisa bertemu kawan-kawan sebaya, berkurangnya kesempatan pergerakan fisik, hingga kehilangan rutinitas.