Ini Saran Ahli Gizi Untuk Menangkal Virus Corona

Orang yang sakit COVID-19 dan orang-orang yang berisiko direkomendasikan untuk membatasi kontak dengan hewan pendamping dan hewan-hewan lain. Saat menangani dan merawat hewan, langkah-langkah kebersihan dasar harus selalu dilaksanakan termasuk mencuci tangan setelah memegang hewan, makanan, atau persediaan mereka, serta slot online indonesia menghindari mencium, menjilat, atau berbagi makanan. Perlu dipahami bahwa terjadi kekurangan ketersediaan masker di seluruh dunia . Masker medis harus dialokasikan sebanyak mungkin untuk tenaga kesehatan. Masker medis direkomendasikan terutama dalam perawatan kesehatan, tetapi dapat dipertimbangkan dalam keadaan lain .

Saran bagi lansia yang terkena Covid

Bila dalam 14 hari kesehatan membaik, Anda masih harus tetap tinggal di rumah bersama anggota keluarga lain sampai situasi telah membaik dan pemerintah mengumumkan peraturan atau panduan baru. Bila terpaksa keluar rumah karena kebutuhan penting, gunakan masker dengan benar. Ahli kesehatan seluruh dunia menyarankan orang sakit COVID-19 dengan gejala ringan untuk tinggal di rumah dan melakukan isolasi diri. Perawatan di rumah dapat menghentikan penyebaran COVID-19 dan membantu melindungi orang-orang yang berisiko tinggi.

Informasi harus mudah diakses dan dari sumber terpercaya untuk mencegah perilaku tidak rasional seperti menimbun jamu yang tidak efektif. Kebutuhan medis lansia dengan/tanpa COVID-19 perlu dipenuhi selama wabah, termasuk akses obat-obatan penting yang tidak terputus. Layanan medis telemedicine atau on-line dapat digunakan untuk memberikan layanan medis. Ketiga, atur jadwal aktivitas harian yang memungkinkan agar orang tua bisa beraktivitas fisik setidaknya 30 menit setiap hari. “Berusaha untuk tidak duduk terlalu lama. Anda dapat berdiri dan bergerak sepanjang hari, misalnya melakukan tugas-tugas rumah,” tulis WHO seperti dikutip dalam situs resmi, Senin (5/10/2020). Terakhir, Prof Wiku mengatakan apabila masyarakat masih mengalami kendala dalam proses pendaftaran, maka dapat menghubungi Kementerian Kesehatan di nomor 119 ekstensi 9.

Menghadapi lansia yang memiliki persoalan kesehatan mental dan khususnya pada masa karantina mandiri COVID-19 saat ini, dapat Anda lakukan dengan mudah jika mengetahui makanan yang harus mereka konsumsi. Berjuang melawan gangguan kesehatan psychological jadi hal yang sangat sulit bagi mereka yang tidak memiliki tujuan dalam hidup dan kegiatan yang dapat dilakukan. Banyak lansia yang hidup sendiri dan rentan memiliki masalah tidur, yang dapat menambah rasa depresi. Untuk meminimalisasi gangguan kesehatan mental yang lebih lanjut, lansia harus memiliki jam tidur yang teratur. Bahkan masyarakat dalam hal ini anggota keluarga yang lain diminta untuk memberikan edukasi kepada para lansia terkait segala sesuatu yang berkenaan dengan wabah.

Di tengah pandemi Covid-19 ini, ada beberapa vaksin yang direkomendasikan. Misalnya influenza, pneumonia dan pertussis untuk lanjut usia dan individu dengan risiko tinggi. “Vaksin dewasa saat pendemi Covid-19 ini mampu meningkatkan kekebalan imun pada tubuh dan sama pentingnya dengan vaksin anak-anak,” ujar dr. Dara Ayuningtyas saat Konfresi Digital forty five Minutes Media Meetup dari ZAP Clinic, Rabu (15/72020).

Jika Anda disarankan untuk membawa seorang lansia ke fasilitas kesehatan, hindari menggunakan transportasi umum. Jika ada masker, baik lansia maupun pendampingnya harus mengenakan masker. Jika seseorang sedang melakukan isolasi mandiri atau memiliki keterbatasan gerak, tawarkanlah untuk membantu mereka berbelanja bahan makanan dasar atau obat-obatan. Bila memungkinkan, antarkanlah ke depan pintu rumah mereka sambil tetap menghindari kontak dekat dengan lansia tersebut. Jika komunitas lansia Anda menyediakan makanan untuk lansia, misalnya melalui kegiatan makan siang bersama, pertimbangkan apakah ada cara agar layanan ini dapat dilanjutkan melalui pengiriman ke rumah. Jika Anda mengenal tetangga yang berusia lanjut atau memiliki kondisi kesehatan lain, hubungi mereka, idealnya melalui telepon.

Selagi ada waktu panjang di rumah, menurut Hera, masyarakat dapat memanfaatkannya dengan membersihkan rumah, termasuk menghilangkan jentik nyamuk dan membersihkan permukaan yang dapat ditempeli virus dan kuman. Langkah pencegahan harus ditempuh mengingat anggota keluarga tersebut memiliki respons imun lebih rendah dibanding orang lain. Bisa juga, Anda memberikan informasi dari pemberitaan tentang para mantan pasien di negara lain yang sudah sembuh dan sudah bisa melakukan aktivitas seperti biasa. Penting untuk tidak menekankan bahwa terkena virus ini sudah pasti akan mati. Di awal mungkin terasa aneh karena harus membuat janji lalu baru bisa kontak dengan dokter. Namun, inilah satu-satunya cara untuk menghindarkan lansia dari risiko paparan virus di luar sana.

Cara terbaik menghubungi warga lansia adalah melalui telepon rumah atau kunjungan berkala . Dorong keluarga atau teman untuk menelpon anggota keluarganya yang lansia dan ajari lansia menggunakan panggilan video. Untuk warga lansia di panti seperti di panti werdha, petugas administrasi dan staf perlu memastikan adanya langkah-langkah keamanan guna mencegah infeksi satu sama lain dan merebaknya kekhawatiran atau panik yang berlebihan . Dukungan juga perlu diberikan bagi staf layanan yang terkarantina dalam waktu yang lama bersama warga dan tidak dapat berkumpul dengan keluarga. “Anda bisa tanya ke petugas pelayanan kesehatan untuk mengetahui aktivitas yang cocok dengan kondisi fisik saat ini. Olah raga yang rutin dapat membentuk ketahanan, kelenturan, dan kesehatan tubuh di saat pandemi,” tulis WHO. Simak beberapa saran dan panduan dari World Health Organization yang dapat diikuti oleh orang lanjut usia guna memperkuat sistem kekebalan tubuh agar terhindar dari virus Corona.

Banyak negara juga justru memprioritaskan kelompok lansia untuk divaksinasi karena dianggap kelompok paling rentan terhadap COVID-19. Pastikan masker dalam keadaan bersih dan tidak robek atau berlubang. Sebelum mengenakan masker, selalu cuci tangan terlebih dahulu dengan sabun dan air.