Halalbihalal Setkab, Pramono Anung

Vaksin AstraZeneca mengandung instruksi genetik DNA untai ganda virus corona. Dengan adanya instruksi genetik ini, AstraZeneca mampu membentuk paku-paku protein yang menyelubungi badan virus seperti virus corona. Vaksin ini merupakan modifikasi dari adenovirus simpanse yang bisa masuk ke sel namun tidak bisa bereplikasi.

Mereka yang meninggal didiagnosis karena penyakit yang dialami masing-masing dan tidak terkait imunisasi Covid-19. Selain membantu memperkuat imunitas tubuh, vaksinasi juga telah teruji aman dan halal oleh Majelis Ulama Indonesia . Namun demikian, untuk vaksin Covid-19, ia mengaku belum mengetahui bahan lengkapnya dalam proses produksinya. Pfizer mengklaim tidak ada bahan hewani dalam vaksin, yang benar menurut bahan produk akhir, akan tetapi selama proses mereka tidak tahu. Pemerintah pun telah resmi menetapkan pada Rabu, thirteen Januari 2021 mendatang akan menjadi permulaan program vaksinasi Covid-19 untuk gelombang pertama. PIKIRAN RAKYAT – Pemerintah telah mengumumkan bahwa pekan depan program vaksinasi untuk menangkal Covid-19 akan dimulai serentak di Indonesia.

Apakah vaksin covid halal

Satu-satunya bahan yang meragukan dalam vaksin ini adalah kolesterol, karena dapat berasal dari lemak hewani. Akan tetapi, perusahaan farmasi itu mengatakan bahwa zat itu berasal dari sumber yang diturunkan dari tumbuhan atau sintetis. “Berdasarkan hasil evaluasi mutu yang telah dilakukan, Badan POM dapat memastikan bahwa vaksin ini tidak mengandung bahan-bahan yang berbahaya,” kata dia.

“Jika pada 2021 peningkatannya sama seperti 2020, maka jumlah produk halal yang disertifikasi akan lebih banyak dibanding tahun sebelumnya. Yang berinisiatif untuk mendaftar tetap,” bebernya. Salah satu caranya adalah dengan memberikan fasilitas program Kawasan Industri Halal yang sama dengan Kawasan Ekonomi Khusus . “Bukan hanya sertifikasi halalnya saja, permodalan dan fasilitas lain juga difasilitasi supaya industri halal ini tumbuh,” papar mantan Ketua Umum MUI tersebut. Informasi yang berkualitas pun bercampur dengan informasi palsu tanpa mutu. Republika.id bergiat untuk terus memandu umat pada sumber literasi yang kredibel. Mari menjadi bagian dari ikhtiar menjaga umat dari informasi sesat melalui gerakan “Literasi Umat”.

Beberapa perusahaan telah bekerja selama bertahun-tahun untuk mengembangkan vaksin bebas daging babi. Cendekiawan Muslim Sunni khawatir, apabila vaksin corona dari Cina tersebut mengandung gelatin babi. Dalam sebuah pernyataan video, Noorie bahkan mengimbau Pemerintah India untuk tidak memesan vaksin China yang mengandung gelatin babi.

Saking sering mendengar dan membacanya, kita sampai hafal di dalam kepala, bukan di luar kepala. Bahasa latinnya, solus populi suprema lex, pun kita hafal dan fasih mengucapkannya. “Karenanya pandangan religius dari vaksin Covid-19 harus mengambil sikap yang lebih holistik yang melampaui masalah kehalalan atau diperbolehkannya bahan-bahannya,” kata MUIS. “Ini harus sesuai dengan standar halal, bebas dari bahan non halal atau najis,” kata Al Sheikh. Karena itu, isu utamanya ialah apakah vaksin utama Covid-19 yang sejauh ini berhasil dikembangkan oleh Pfizer-BioNTech, Moderna, Sinopharm dan Sinovac, dapat diklaim halal jika tidak bersertifikat halal.

Sebab saat ini, proses vaksinasi masih harus menunggu izin penggunaan darurat dari BPOM dan kajian halal dari MUI. Dewan Fatwa Uni Emirat Arab mengeluarkan keputusan yang mengizinkan Muslim untuk menerima vaksin virus corona (Covid-19) meski itu mengandung bahan non-halal seperti gelatin babi. Pasalnya, apabila penyediaan vaksin dilakukan tanpa mempertimbangkan aspek halal haram, masyarakat bisa saja semakin ragu untuk mengikuti program vaksin dan malah berpotensi menghambat kelanjutan dan kelancaran program vaksinasi.

Erik