Disuntik Vaksin Covid

Selepas hari ke-21, tepat saat suntikan dosis vaksin COVID-19 kedua, selanjutnya, antibodi tercapai penuh pada hari ke-28. Liputan6.com, Jakarta – Ketua POKJA Infeksi Pengurus Pusat Perhimpunan Dokter Paru Indonesia , Erlina Burhan, mengingatkan, meski antibodi sudah terbentuk setelah vaksinasi COVID-19, seseorang masih berisiko terinfeksi Virus Corona. Antigen ini akan masuk ke darah, segera ditangkap oleh sel-sel imun untuk kemudian diproses menghasilkan antibodi. “Kita tahu bahwa tes PCR Covid-19 dilakukan dengan mengusap nasofaring/orofaring . Dirga Rambe menegaskan vaksin Covid-19 tidak mengandung virus hidup sehingga tidak mungkin seseorang terinfeksi atau sakit karena vaksinasi.

Seperti diketahui, program vaksinasi di Indonesia sudah dimulai sejak 14 Januari 2020 lalu. Lalu muncul sejumlah kabar yang menyebut orang positif Covid-19 setelah disuntik vaksin. Vaksinolog Dirga Sakti Rambe menegaskan semua jenis vaksin Covid-19 yang tersedia saat ini termasuk Sinovac, tidak menyebabkan tes swab PCR menjadi positif. Kalau setelah disuntik vaksin ternyata positif, berarti itu karena penularan, bukan karena vaksinasi.

Menurutnya, vaksin yang saat ini digunakan berisi virus mati atau bagian virus yang sudah tidak aktif lagi. Saat ini, proses vaksinasi sudah mulai dilakukan di seluruh penjuru Tanah Air. Vaksin akan diprioritaskan untuk tenaga kesehatan sebagai garda terdepan dalam penanganan Covid-19. Setelah suntikan dosis pertama, antibodi mulai terbentuk pada hari ke-12.

Apakah jika sudah vaksin ketika melakukan swab bisa menjadi positif?

Kemudian bila speedy take a look at dilakukan dengan swab antigen, maka kemungkinan bagi orang yang telah divaksinasi dan tidak dalam kondisi terinfeksi tidak akan diperoleh hasil positif. Teknik swab atau usapan adalah pengambilan sampel pada space tubuh tertentu dengan melakukan usapan. Jadi, meskipun hasil swab Anda belum keluar, Anda harus diperlakukan sebagai orang yang positif COVID-19. Saat ini, pusat pelayanan kesehatan dan tenaga medis tengah kewalahan.

Ia menerangkan bahwa masa inkubasi infeksi Covid-19 selama 1 sampai 14 hari. Sehingga, saat pertama kali terpapar virus corona, seseorang belum tentu langsung bergejala. Menurutnya, paling banyak gejala Covid-19 baru muncul pada hari kelima masa inkubasi. Untuk pelaku perjalanan udara, hasil negatif speedy take a look at antigen berlaku maksimal sejak 2 x 24 jam sebelum keberangkatan. Salah satu pertanyaan tersebut adalah apakah setelah seseorang divaksinasi dengan vaksin tersebut akan memberikan hasil reaktif ketika diuji denganrapid testatau positif ketika diuji denganswab PCR? Untuk mengetahui jawaban pertanyaan ini, kita perlu terlebih dahulu memahami setidaknya dua hal, yaitu materials biologis dalam vaksinyang digunakan, dan prinsip dasar pengujianCovid-19 denganrapid check,swab PCR, atau metode lain.

“Kalau sudah tidak ada , akan ada deklarasi dari pemerintah, barulah nanti bisa jadi tidak perlu lagi tes swab untuk perjalanan,” kata dia. Erlina mengatakan, memang peluang seseorang terjangkit Covid-19 usai divaksin tetap ada. Oleh karena itu, Erlina menyarankan agar orang yang sudah mendapatkan vaksin Covid-19 untuk terus menerapkan protokol kesehatan. Tim peneliti dari Laboratorium Rekayasa Makromolekul, Departemen Kimia Farmasi, Fakultas Farmasi Universitas Gadjah Mada menjelaskan dua hal mendasar yang patut diketahui. Yaitu soal materials biologis dalam vaksin yang digunakan dan prinsip dasar pengujian Covid-19 dengan rapid check, swab PCR, atau metode lain. Vaksin diberikan ke dalam tubuh individu untuk dapat memicu tubuh memproduksiantibodiyang dapat mempertahankan tubuh kita dari patogen penyebab infeksi, dalam konteks ini adalah virus.

Erik