Dampak Media Sosial Terhadap Kesehatan Mental

“30,1 persen dari penduduk Indonesia atau sebanyak seventy nine,5 juta merupakan anak dimana mereka termasuk dalam generasi digital native atau generasi yang lahir ketika teknologi sudah mulai berkembang. Untuk mempermudah kehidupan sehari-hari mereka menggunakan gawai dan akses web. Internet sama seperti tempat bermain, ketika anak-anak menggunakannya maka orangtua harus mendampingi dan mengawasinya karena web juga menyimpan bahaya. Kini tugas orangtua bertambah, mereka harus menyediakan akses internet bagi anak belajar tapi juga memastikan mereka aman. Selain itu, orangtua juga harus berupaya sekuat mungkin menjadi ‘badan sensor’ terhadap tayangan, bacaan, maupun gawai yang digunakan anak-anak di rumah. Selain itu untuk anak-anak, jadilah pelopor dan pelapor sebagai netizen unggul berkarakter dengan mulai berdiskusi dan kerjasama dengan orangtua dalam mengakses informasi di internet dan media sosial,” ujar Lenny saat menyampaikan sambutan dalam Webinar Cerdas Mengakses Informasi.

Sosialmedia bisa menjadi hal buruk bagi manusia

Kamu dapat melaporkan komentar, pesan, dan foto yang menyakitkan dan meminta media sosial tersebut untuk menghapusnya. Bahkan dengan pengaturan privasi yang kuat, penting bagi kamu untuk memahami fakta bahwa apa yang kamu posting secara online tidak pernah benar-benar pribadi dan selalu dapat dibagikan. Hindari memposting hal-hal yang sifatnya pribadi, seperti alamat rumah, debit card dan usahakan untuk tidak over-sharing di social media. Kedua, kita bisa berupaya mendorong perilaku dan interaksi positif dengan memberitahukan fitur untuk dapat digunakan di Facebook dan Instagram.

Untuk mencegah atau meminimalisir dampak negatif media sosial pada remaja, ada beberapa hal yang bisa dilakukan orangtua. Banyak sekali anak remaja yang menghabiskan sebagian waktu mereka hanya untuk menonton movie , bermain media sosial ataupun bermain sport dari pada memanfaatkan waktunya untuk belajar ataupun melakukan kegiatan yang lebih bermanfaat. Hal ini akan menjadi efek yang negatif dari media sosial, karena teman teman akan lebih sering membuang – buang waktu yang sangat berharga hanya untuk bermain media sosial.

Adanya media sosial tentunya sangat memudahkan kemunculan cyberbullying yang berpeluang membuat korbannya mengalami gangguan kecemasan, depresi, dan memiliki pemikiran untuk bunuh diri. Namun, di balik manfaatnya, ada dampak negatif dari media sosial yang sedang mengintai dan terkadang diabaikan atau bahkan tidak disadari. Salah satu aplikasi di media sosial yang saat ini sedang booming dikalangan anak-anak, remaja bahkan Beli Free Spin orang dewasa yaituTikTok. TikTok adalah aplikasi buatan dari negeri Tirai Bambu lebih tepatnya Tiongkok, aplikasi yang platformnya khusus video, musik dan Foto, spesifik pada perusahaan ByteDance. Ketenaran dari Tik Tok sendiri telah terbukti dengan bergabung Rich Chigga dalam acara Official Warm Up Party yang diadakan dalam rangka Djakarta Warehouse Project ditahun sebelumnya, dengan jumlah penonton yang luar biasa.

Kondisi abad 21 yang memberi peluang besar bagi bangsa-bangsa di dunia untuk saling berinteraksi, sekaligus membawa ke suasana kompetisi atau persaingan yang semakin ketat dalam memperoleh kesempatan untuk mengisi kehidupan dan membuatnya menjadi bermakna . Kebutuhan untuk “menjadi seseorang” dan “menjadi bagian” yang jelas kedudukannya bisa menjadi landasan untuk menumbuhkan motivasi pengembangan diri dan kemampuan beradaptasi. Kebutuhan ini erat kaitannya dengan pembentukan rasa percaya diri dan menumbuhkan motivasi untuk berusaha dan meraih kesempatan agar dapat senantiasa meningkatkan diri. Sikap yang mandiri, tak gentar menghadapi rintangan, mampu berpikir kreatif dan bertindak inovatif tapi juga peduli lingkungan adalah sosok yang diperlukan untuk menjalani kehidupan dalam period globalisasi.

Erik